Rindu kamu itu menyenangkan. Memberikan hati yang terlihat tegar. Namun selalu rapuh saat mendengar namamu.
Berdebar hebat saat memerima pesan singkatmu. Bahkan luluh ketika mendengar suara lembutmu.
Mungkin merindukan seseorang yang kita cintai, Lebih menyakitkan daripada putus cinta.
Kita memang saling memiliki, namun masih saja terhalang oleh jarak.
Ya, Jarak yang mencoba menyiksa hati kita perlahan lahan.
Yang membuat kita selalu merindu kekasih, yang jauh di sana menunggu.
Hari ini aku berencana menemuimu di sana
Memberikanmu sebuah kejutan mungkin sangat akan menyenangkan. Membayangkan bagaimana kamu melihatku datang dan mengeluarkan ekspresi rindu kita yang spontan. Iya aku tidak sabar menemuimu.
Mencintai kamu itu sederhana. sesederhana aku mengucap kalimat cinta yang kamu harapkan.
Singkat tapi indah.
Sesederhana kamu tersenyum.
sesederhana kita tertawa bersama karena kesuwungan.
Hehehe :')
Sesederhana itu.
Karena kamu tau, cinta tak akan pernah memberitahumu kenapa.
Tetapi cinta akan membuatmu merasa pilihanmu tepat.
Ya. mencintaimu itu tidak akan pernah cukup.
aku duduk di bus ini di tempat duduk ini menunggumu untuk sebuah pertemuan. Setelah lumayan lama kita di jauhkan oleh jarak
Kau tahu mengapa melihat bintang di malam hari sangat menyenangkan, ya, Sama seperti aku memandangi teduhnya wajahmu memandangku. Manis.
Aku tidak bisa mengungkapkan apa apalagi untuk menggambarkan tentangmu, bahkan lagu dengan syair terbaikpun tidak akan bisa menyamaimu.
Mungkin menurutmu ini berlebihan, namun aku serius.
Begitulah kamu di mata, hati, dan hidupku.
Beberapa minggu kemudian, entah kamu mulai muak atau apa, berusaha menghindar, kamu tidak tahu bagaimana aku berusaha jadi yang terbaik untukmu, tapi seiring Jarak, dan Waktu mencekik cinta kita. Kau lelah dengan rindu ini, udah merasa cukup dan memang tidak bisa berlanjut. Kamu merasa tidak adil dengan semua ini? Tidak bisa melihat aku secara utuh dan selalu mencoba menebak nebak. Aku berusaha membujukmu untuk tetap kuat, berjuang, karena aku yakin kalau kita kuat ini nanti akan jadi ending yang manis, ya, dan bahagia.
Ternyata menjadi pejuang yang kuat tidak mudah dan kau sudah mendahului memeberikan opini mengakui sendiri bahwa bukan pejuang yang kuat dan menyerah begitu saja? :"
Mencintaimu itu ternyata tak pernah sesederhana itu. Tidak sesederhana kita tertawa, tidak sesederhana kamu memukulku manja. Tidak sesederhana cara memandangku manis.
Mengapa mencintai aku tidak bisa kamu lakukan sesederhana itu. Sesederhana aku mncintai kamu. Atau sesederhana kamu tersenyum . Apa sederhana ini tidak cukup untuk membuat hatimu tetap tinggal.
Aku kembali duduk di bus ini. Bus yang sama. Dengan tempat duduk yang sama.
Namun dengan hati yang berbeda.
Aku berangkat membawa cinta.
Dan kembali berangkat lagi membawa luka.
Ya aku tau. Ini epilog yang menyedihkan. Rindu yang kukira akan di balas dengan pelukan ternyata sakit hati saja.
Tidak kurang dan tidak lebih.
Janji janji itu mana. Mungkin kamu udah lupa bagaimana mencintai aku seperti dulu.
Mungkin kamu sudah lelah mencintaiku dengan jarak ini.
atau kamu mungkin sudah tidak ingin mencintaiku lagi?
Aku selalu berdoa di sholatku kamu berhasil dengan karirmu dan kesehatanmu, oiya inget. Jangan banyak banyak minum es atau jajan yang pedes pedes itu hehe. Tidak baik buwat kesehatan. Dan aku selalu berharap di suatu waktu nanti kita di pertemukan lagi, ahh, semoga saja jodoh kita sudah di gariskan.
Karena kamu yang terbaik, Alfiani Citra Dewi.
Sayang, mungkin jarak ini menginginkan perpisahan.
Dan perpisahan ini adalah kita. Perpisahan ini adalah kamu. Dan perpisahan ini adalah jarak.
Dan biar, Cinta tidak akan pernah memberitahumu mengapa, tapi cinta akan membuatmu merasa pilihanmu memang tepat..